Call Center 112 Kendari Selama Oktober 2025 Mencapai 2.000 Panggilan

Layanan darurat Call Center 112 Kota Kendari mencatat 1.989 panggilan masuk selama Oktober 2025. Dari total tersebut, sebanyak 1.063 adalah panggilan yang dinyatakan valid, sementara 627 panggilan tidak valid (prank atau ghost call) dan 299 panggilan tidak terjawab.

KENDARI, SULTRA POS, COM–Layanan darurat Call Center 112 Kota Kendari mencatat 1.989 panggilan masuk selama Oktober 2025. Dari total tersebut, sebanyak 1.063 adalah panggilan yang dinyatakan valid, sementara 627 panggilan tidak valid (prank atau ghost call) dan 299 panggilan tidak terjawab.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kendari, Sahuriyanto mengatakan, data ini menunjukkan masih tingginya angka penyalahgunaan layanan darurat, meski sebagian besar laporan telah ditangani dengan baik oleh petugas.

“Dari ribuan panggilan itu, sebanyak 97 tiket laporan dibuat oleh petugas call taker. Dari jumlah tersebut, 58 laporan telah ditindaklanjuti, sedangkan 39 laporan masih dalam proses atau belum ditindaklanjuti.” Kata Sahuriyanto (3/11/25).

Baca Juga:  Wakil Gubernur Sultra Pimpin Apel Gabungan ASN, Hugua : Tekankan Makna Pancasila dan Percepatan Serapan Anggaran

Ia menjelaskan, berdasarkan distribusi laporan ke instansi, PLN menjadi instansi dengan laporan terbanyak sebanyak 22 laporan, disusul Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) dengan 19 laporan, Dinas Perhubungan (Dishub) 13 laporan, serta Satpol PP dan BPBD masing-masing 11 laporan.

“Beberapa instansi lain seperti Damkar, Polres, Dinsos, Dinkes, PUPR, dan PDAM juga turut menerima laporan dari masyarakat, meski dalam jumlah lebih sedikit.” Lanjutnya.

Jenis kejadian yang paling sering dilaporkan warga adalah gangguan listrik PLN (20 laporan) serta perbaikan dan permintaan lampu penerangan jalan umum (LPJU) sebanyak 13 laporan.

Selain itu,ada juga laporan lainnya yang meliputi masalah keamanan dan ketertiban, seperti suara bising, ODGJ, parkiran liar, hingga hewan buas, serta kejadian kebakaran rumah, tanah longsor, dan pipa PDAM rusak.

Baca Juga:  Prof. Armid Resmi Jabat Rektor Universitas Halu Oleo Periode 2025–2029

Sahuriyanto mengatakan, laporan bulanan Call Center 112 ini menjadi bahan penting dalam mengevaluasi efektivitas sistem layanan kedaruratan yang terintegrasi di Kota Kendari.

“Kami terus berupaya memperkuat sistem respon cepat dan koordinasi antarinstansi. Call Center 112 bukan hanya menerima laporan darurat, tapi juga menjadi sarana komunikasi masyarakat dengan pemerintah dalam berbagai situasi mendesak,” tegasnya (Ariani)

Pos terkait