KENDARI, SULTRA POS, COM– Sepanjang tahun 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) merencanakan pelaksanaan Pasar Tani sebanyak 24 kali. Program ini sebagai tindak lanjut arahan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka untuk mengantisipasi lonjakan harga komoditas hortikultura sekaligus menekan inflasi daerah., La Ode Muhammad Rusdin Jaya, Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, mengatakan pasar tani menjadi strategi pemerintah mempertemukan petani dan konsumen dalam satu lokasi penjualan.
Sejumlah komoditas hortikultura diambil langsung dari kelompok tani dan dijual kepada masyarakat, sehingga harga yang ditawarkan di bawah harga pasar.
“Pasar tani ini bagian dari upaya memperpendek jalur distribusi dari petani ke konsumen, dengan beragam komoditas yang disediakan seperti tomat, cabai, bawang, terong, buncis, kacang-kacangan hingga buah-buahan,” kata Rusdin saat pelaksanaan Pasar Tani di Kota Kendari, Kamis (9/4/2026).
Rusdin menyampaikan kegiatan ini membantu pengendalian inflasi pada komoditas yang kerap mengalami fluktuasi harga seperti cabai, tomat, dan bawang.
Sehingga, Dinas Perkebunan akan mengadakan 24 kali pasar tani pada 2026, dan saat ini telah dilaksanakan sebanyak dua kali di Kota Kendari.
Ia berharap dukungan berbagai pihak agar pelaksanaan pasar tani berjalan optimal, mengingat sejumlah komoditas hortikultura berpotensi mengalami kenaikan harga sewaktu-waktu.
“Produksi hortikultura pada semester awal tahun ini masih stabil dan belum ada gangguan. Kondisi ini membuat kami optimis inflasi di Sultra dapat dikendalikan,” katanya.
Pada pelaksanaan pasar tani, pihaknya biasanya melibatkan petani dari Konawe Selatan dan Konawe untuk menyediakan berbagai komoditas pertanian.
Ke depan, lokasi pelaksanaan pasar tani akan disesuaikan dengan perkembangan inflasi di 17 kabupaten dan kota. Daerah dengan kenaikan inflasi menjadi prioritas pelaksanaan kegiatan.
Sementara itu, dalam waktu dekat, pasar tani juga direncanakan digelar pada perayaan Hari Ulang Tahun ke-62 Sulawesi Tenggara pada 24–27 April 2026.
“Kegiatan ini diharapkan memudahkan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau sekaligus membantu petani memasarkan hasil panen secara langsung,” jelasnya. (***)






