KENDARI, SULTRA POS, COM— Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR), tampil mengenakan pakaian kebesaran Raja Muna atau Balahadhadha saat menghadiri Silaturahmi Akbar Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) di Lapangan Eks MTQ Kendari, Minggu (19/7/2026).
Dalam kesempatan itu, ASR juga dianugerahi gelar kehormatan adat Sangia Mondono Witemo Balano oleh Lembaga Adat Muna.
ASR mengenakan busana adat berwarna hitam yang dihiasi manik-manik bernuansa emas khas Muna. Penampilannya dilengkapi keris yang terselip di pinggang, penutup kepala kampurui, serta sarung adat Muna bermotif biru dan hitam.
Pakaian tersebut merupakan busana kebesaran yang dahulu dikenakan Omputo atau Raja Muna. Busana itu melambangkan kewibawaan sekaligus perlindungan bagi pemakainya.
Ketua Panitia Silaturahmi Akbar Masyarakat Muna, LM Bariun, mengatakan penganugerahan gelar adat kepada ASR telah melalui pembahasan dan persetujuan Majelis Adat Muna.
Menurutnya, penetapan gelar itu tidak dilakukan secara sepihak, melainkan melalui dua hingga tiga kali rapat di Kabupaten Muna yang kemudian dilanjutkan dengan pembahasan bersama tokoh adat dan tokoh masyarakat Sultra di Kendari.
Dalam sambutannya, ASR menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Lembaga Adat Muna melalui penganugerahan gelar Sangia Mondono Witemo Balano.
“Bagi saya, gelar tersebut bukan sekadar simbol penghargaan, tetapi merupakan amanah dan tanggung jawab moral sebagai seorang pemimpin untuk terus mendukung pelestarian adat dan budaya yang tidak terpisahkan dari pembangunan Sulawesi Tenggara,” katanya.
ASR mengajak masyarakat Muna terus memberikan dukungan kepada pemerintah daerah agar berbagai persoalan pembangunan dapat diselesaikan secara bersama-sama demi mewujudkan Sultra yang maju, aman, sejahtera, dan berkelanjutan.
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Sultra itu menilai masyarakat Muna telah memberikan kontribusi besar bagi pembangunan Sultra melalui berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, pendidikan, kesehatan, hukum, dunia usaha, akademisi, TNI, Polri, hingga media.
Ia menambahkan, Silaturahmi Akbar KKMM menjadi momentum memperkuat persaudaraan dengan tetap berpegang pada nilai-nilai budaya Muna, seperti pomasiho (saling mengasihi), poangka-angkatau (saling menghormati), poada-adati (saling menghargai), dan popia-piaraha (***)






